Abi Hasan Siraj melaksanakan ibadah haji, ketika sedang Thawaf di Baitul Haram , ia bertemu dengan seorang perempuan setengah baya. Perempuan itu berparas cantik, wajahnya memancarkan cahaya. Seumur hidup baru kali itu Abi Hasan bertemu dengan perempuan yang sedemikian anggun.
Akan tetapi Abi Hasan tidak bisa dibohongi, wajah Anggun itu memendam sebersit kesedihan dan kegalauan.
Merasa terus diperhatikan , perempuan itu berkata kepada Abi Siraj, "Mengapa Anda memperhatikan saya terus?"
Ditodong pertanyaan , Abi Hasan sedikit tergagap, "Ma maaf, saya kira anda sedang bersedih!"
Diluar dugaan perempuan itu mau bercerita kepada Abi Hasan tentang peristiwa yang pernah dialaminya.
"Dahulu aku memiliki keluarga dengan suami dan tiga orang anak yang masih kecil serta lucu-lucu", perempuan itu mulai bercerita. Matanya menerawang membayangkan masa-masa ketika masih berkumpul bersama suami dan anak-anaknya.
"Suatu hari , Suamiku menyembelih seekor kambing kurban untukku, disaksikan kedua anakku. Tanpa dinyana, perbuatan bapaknya menyembelih kambing itu ditiru oleh si sulung. Tapi yang menjadi korban bukan seekor kambing, ia menyembelih adiknya sendiri dengan kedua tangannya.
Karena terguncang dan merasa takut, si sulung melarikan diri serta bersembunyi di hutan. Bapaknya menyusul dan berusaha mencari si sulung.Tapi apa yang terjadi? Si sulung telah tewas di cabik-cabik serigala hutan yang buas, yang tersisa hanyalah sobekan-sobekan baju bercampur darah.
Dalam keadaan amat sedih dan linglung , suamiku tersesat di hutan lebat hingga iapun tewas akibat kelaparan dan kehausan. Mendengar kabar itu aku sangat terkejut, aku bergegas menuju pintu dan melepaskan gendongan bayi yang sedang kususui.
Rupanya si bungsu merangkak ke dapur ketika aku meninggalkannya seorang diri. Ia menggapai wajan diatas tungku, tak ampun lagi, air mendidih dari wajan tumpah dan menyiram tubuh mungilnya.
Dagingnya mengelupas hingga meninggalkan tulang-tulang yang masih rapuh ," perempuan itu mengakhiri ceritanya. Dia berkata lagi, 'Hingga tahunpun berganti dan kini aku hidup dalam kesendirian."
Mendengar kisah perempuan itu, abi Hasan Siraj terkesiap. Ia bertanya, "Bagaimana engkau bisa sabar, padahal cobaan yang menimpamu sebegitu beratnya?"
Perempuan itu menjawab, "Tidaklah suatu cobaan diterima dengan sabar atau jaza" (mengeluh),kecuali menemukan jalannya sendiri- sendiri. Sabar akan mendatangkan kebaikan secara lahir dan memperoleh pahala besar dari akibatnya. Sedangkan mengeluh atau tidak ridha dari cobaan , tidak akan menyebabkan sesuatu itu diganti ( dengan yang lebih baik) oleh Allah SWT."
***
Dari kisah diatas kita dipesankan, diajarkan, dan diperintahkan untuk menghadapi suatu masalah , musibah, dan cobaan dengan TRILOGI ( SABAR, TAWAKAL, IBADAH)
“ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI DENGAN KEMAMPUAN NYA” (Qs Al-baqarah : 286)
“DAN SUNGGUH AKAN KAMI BERIKAN COBAAN KEPADAMU, DENGAN SEDIKIT KETAKUTAN , KELAPARAN, KEKURANGAN HARTA, JIWA DAN BUAH-BUAHAN. DAN BERIKANLAH BERITA GEMBIRA KEPADA ORANG-ORANG YANG SABAR, YAITU ORANG-ORANG YANG APABILA DITIMPA MUSIBAH, MEREKA MENGUCAPKAN INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJI’UUN ( SESUNGGUHNYA SEMUANYA DARI ALLAH DAN SEMUANYA AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH" ( Qa Al-Baqarah 155-156)
0 Comment "sosok seorang habib Hasan siraj"
Post a Comment
Sahabat Blogger yang baik , Setelah membaca Artikel kami. jangan lupa komentarnya yah sahabat Blogger